Selamat datang di Nagekeo..surga kecil yang tersembunyi

Nagekeo adalah nama sebuah Kabupaten kecil di Nusa Tenggara Timur yang terletak persis di tengah Pulau Flores. Berada di antara dua Kabupaten yaitu sebelah barat Kabupaten Ngada dan sebelah timur Kabupaten Ende.  Berada di posisi yang sangat strategis dengan dibatasi dua lautan yaitu sebelah utara dengan Laut Flores dan sebelah selatan dengan Laut Sawu. Kabupaten Nagekeo mempunyai 7 Kecamatan yaitu Kecamatan Aesesa, Kecamatan Boawae, Kecamatan Mauponggo, Kecamatan Aesesa Selatan, Kecamatan Keo Tengah, Kecamatan Nangaroro dan Kecamatan Wolowae.

Ibukota Kabupaten Nagekeo adalah Mbay yang juga merupakan Ibukota Kecamatan Aesesa, yang bisa diakses dari Bandar udara Haji Hasan Aerobusman Ende dengan menggunakan kendaraan roda 4 dengan waktu tempuh 3 - 4 Jam dan dari Bandar udara So’a Kabupaten Ngada dengan kendaraan roda 4 selama 1 jam perjalanan.  Beberapa obyek wisata yang dapat dikunjungi di Kabupaten Nagekeo antara lain:

GUNUNG EBULOBO; gunung berapi aktif yang merupakan puncak tertinggi di Nagekeo dengan pendakian yang dimulai dari  Kapung Pajoreja – Desa Ululoga – Kecamatan Mauponggo atau dari Kampung Mulakoli – Kecamatan Boawae dengan waktu pendakian 4 jam sampai puncak gunung. Dari puncak gunung kita bisa melihat pemandangan hampir sebagian besar kabupaten Nagekeo. Jalur menuju puncak gunung akan melalui perkebunan milik petani setempat yang ditumbuhi tanaman seperti Cengkeh, Pala, Kakao, Kemiri, Kopi dan lain-lain.

KAMPUNG TRADISIONAL KAWA; kampung yang berada di lokasi Desa Labolewa – Aesesa yang  tata letak serta bangunan rumahnya masih sangat asli, dan juga kehidupan alam di sekitarnya yang masih asli di kaki bukit Ame Gelu. Kita akan mendapatkan suasan pedesaan yang benar-benar jauh dari keramaian kota. Dengan melewati padang savana dan hutan kita bisa menjumpai hewan seperti sapi, kerbau dan kambing yang dibiarkan berkeliaran di alam bebas.

WATU GONG; tempat wisata yang terletak satu jalur menuju Kampung tradisional Kawa ini memiliki batu yang unik yang bisa menghasilkan bunyi seperti gong, dengan nada yang berfariasi ketika diketok atau dipukul.

AIR TERJUN NGABATATA; Air terjun yang berlokasi di Jawakisa – Aesesa Selatan  Ketinggian air terjun ini kurang lebih 40 meter. Dasarnya membentuk sebuah telaga. Menurut masyarakat setempat, batu-batu besar di sekitarnya adalah reruntuhan akibat reaksi gempa pada tanggal 12 Desember 1992. Ngabatata dalam bahasa setempat, “Ngaba adalah jurang atau tebing”,  sedangkan “Tata memiliki arti atap yang di puncak”. Di tempat ini ada telaga yang melekat di tengah jurang.

GUA JEPANG; tempat ini terdapat di sekitar kota Mbay. Gua yang dibuat pada jaman penjajahan Jepang sebagai tempat persembunyian dan aktifitas lain pada saat itu.

BUKIT WEWOROWET; bukit yang berada di Desa Nggolonio – Aesesa yang berada persis di bibir laut. Di puncak bukit ini kita dapat melihat pemandangan alam Nggolonio yang eksotik di bagian selatan dan di utara laut flores dengan hutan bakau.

BENDUNGAN SUTAMI; bendungan yang berada di sudut kota Mbay merupakan bendungan yang menampung air dari 90 anak sungai dari berbagai penjuru Nagekeo dan sebagian dari Kabupaten Ngada, dan juga merupakan pintu gerbang  irigasi yang megairi persawahan di dataran Mbay.

PULAU KINDE; Pulau yang terletak di bagian utara Kecamatan Wolowae merupakan surga tersembunyi di bumi Nagekeo. Butuh waktu 1,5 jam menggunakan perahu motor untuk dari Pelabuhan Nangadhero – Aesesa untuk sampai ke Pulau ini.

PULAU RI’I TA’A; pulau yang terletak di bagian utara Mbay dengan waktu tempuh 2 jam menggunakan Motor Laut, pulau ini hanya terdapat hamparan pasir putih.

KAMPUNG BOAWAE; Kampung yang merupakan peninggalan kerajaan Boawae yang terdapat Heda (museum lokal) yang merupakan tempat penyimpanan benda-benda purbakala dan juga terdapat Ja Heda yaitu patung  kuda yang merupakan simbol kekuatan. Selain itu, di tengah kampung terdapat Peo yang merupakan lambang persatuan masyarakat adat setempat. Atraksi wisata dari kampung Boawae adalah tinju adat atau yang dikenal dengan Etu. Tinju adat  ini biasanya dilaksanakan pada bulan Juni setiap tahun berdasarkan peredaran bulan.

Untuk dapat mengunjungi tempat-tempat wisata ini, kita dapat menggunakan mobil dari Ende atau Maumere atau dari Bajawa. Beberapa pilihan tour yang kami padukan dalam PAKET TOUR termasuk mengunjungi Danau Tiga Warna Kelimutu dan juga Taman Laut 17 Pulau di Riung.